Selasa, 20 April 2010
Daftar Meteran Teknik
1. Average True Range (ATR)
2. Bollinger Band
3. Commodity Channel Index (CCI)
4. Regresi Linier
5. Moving Average Convergence Divergence (MACD)
6. Momentum
7. Moving Average
8. Parabolic Time Price SAR
9. Rate of Change (ROC)
10. Relative Strength Index (RSI)
11. Slow Stochastic
12. Standard Deviation
13. Stochastic
14. Wiliams %R
Lebih Detail di Bahas dalam Member Area
Daftar Meteran Ekonomi
1. Survei Apics
2. Bank Reserve Settlement
3. Persediaan Usaha
4. Chain Stores Sales
5. Belanja Pembangunan
6. Kepercayaan Konsumen
7. Kredit Konsumtif
8. Sentimen Konsumen
9. CPI (Consumer Price Index)
10. Rekening Koran
11. Pesanan Barang-Barang Durable (Tahan Lama)
12. Penjualan Rumah Eksisting
13. Pesanan Pabrik
14. PDB (Produk Domestik Bruto)
15. HICP (Harmonised Index of Consumer Prices)
16. Housing Starts
17. IFO Business Climate di Sektor Industri dan Perdagangan
18. Harga Import dan Eksport
19. Produksi Industri dan Pemanfaatan Kapasitas
20. Perdagangan Internasional
21. ISM (Institute for Supply Management)
22. Jobless Claims
23. Indikator-Indikator Utama
24. Uang Beredar
25. Penjualan Rumah Baru
26. Nonfarm Payroll
27. Pendapatan Pribadi
28. Philadelphia Fed Survey
29. PPI (Producer Price Index)
30. Penjualan Eceran
31. RPI (Retail Prices Index)
32. Tingkat Pengangguran
33. ZEW
Lebih Detail di bahas dalam member area
Peraturan Penting dalam FOREX
Peraturan Penting
- 1. Arah pergerakan adalah teman anda.
- 2. Pada arah naik, beli disaat mulai naik, pada arah turun beli disaat akan menurun.
- 3. Biarkan keuntungan terus meningkat, buang kerugian sekecil mungkin. Selalu menggunakan penjaga batas kerugian dan atur batasannya untuk mengurangi kerugian nyata atau melindungi keuntungan yang telah didapatkan.
- 4. Atur rencana trading anda sebelum memasuki pasar, jangan bertransaksi dengan cara menurutkan kata hati semata.
- 5. Pergunakan perbandingan sekurang kurangnya 3 keuntungan berbanding satu kerugian.
- 6. Ketika mulai meruncing, ikuti petunjuk berikut ini:
- a) Masing masing lapisan yang berurutan harus lebih kecil dibandingkan dengan yang sebelumnya.
- b) Tambahkan hanya untuk posisi menguntungkan.
- c) Jangan menambah untuk suatu posisi merugikan.
- d) Sesuaikan batasan penjaga kerugian sampai pada batasan kembali modal ( BEP) atau lebih baik.
- 7. Belajarlah untuk merasa nyaman menjadi bagian minoritas, karena biasanya bila posisi anda benar di pasar, kebanyakan orang akan tidak setuju dengan anda.
8. Buat sesederhana mungkin, memperumit segala sesuatunya tidak akan memberikan hasil yang baik.
Forex vs Ekuitas dan Berjangka
Forex vs Ekuitas dan Berjangka
Leverage
Dalam pasar forex, sudah sangat umum untuk memiliki tingkat margin keuntungan yang besar dibandingkan pada pasar ekuitas, pasar berjangka dan pasar opsi. Para trader dapat menggunakan margin yang sangat tinggi ( sampai dengan 200:1) tanpa harus mengalami situasi panggilan untuk penambahan margin. Tingkat margin adalah bagaikan dua mata pedang. Tanpa manajemen resiko yang memadai, tingkat margin setinggi itu dapat mengarahkan pada kerugian yang sangat besar setara dengan keuntungan yang didapatkan.
24-Hour Market
Pasar Forex adalah pasar 24 jam nonstop. Sebagai seorang trader, keadaan seperti ini membuat anda dapat mengambil tindakan untuk sebuah transaksi dalam suatu situasi yang memungkinkan atau tidak memungkinkan dengan sesegera mungkin. Dan juga memberikan keleluasaan tambahan bagi trader tersebut untuk dapat menentukan kapan waktu bertransaksi bagi mereka.
Ability to Profit in Up or Down Market
Tidak seperti pasar ekuitas,di pasar forex tidak ada larangan untuk posisi jual. Potensi keuntungan justru terletak didalam pasar mata uang dengan tanpa melihat apakah trader dalam posisi beli atau jual, atau kearah mana pasar uang tersebut bergerak. Semenjak transaksi pasar mata uang selalu melibatkan tindakan membeli mata uang yang satu dan menjual mata uang yang lainnya, tidak ada struktur yang melenceng terjadi pada pasar tersebut. Ini berarti seorang trader memiliki potensi yang sama untuk memiliki keuntungan disaat naik, atau turunnya pasar.
Superior liquidity
Dengan perbandingan dari volume transaksi harian yang 50 kali lebih besar daripada Pasar Bursa Saham di New York (NYSE), akan selalu ada broker/dealer yang bersedia untuk menjual atau membeli mata uang didalam pasar Forex. Likuiditas dari pasar ini khususnya mata uang dunia yang umum, sangat membantu untuk kestabilan harga. Trader hampir selalu dapat membuka atau menutup posisi pada harga yang wajar.
Psikologi bertransaksi
Trading Psychology
Ekspetasi dan Sentimen
Faktor Fundamental dan Teknikal adalah suatu esensi yang tidak dapat dipungkiri untuk menentukan kedinamisan dari pasar valuta asing. Semua itu, bagaimanapun juga, adalah dua faktor tambahan yang terpenting untuk dimengerti dalam arah pergerakan jangka pendek didalam suatu pasar. Ini dapat disebut juga ekspetasi dan sentimen. Sering sekali terdengar serupa, tapi tak sama.
Ekspetasi adalah pembentukan data yang akan datang dari pengumuman data statistik ekonomi dan keuangan. Perhatian sepihak terhadap nilai data yang di umumkan tidak akan mencukupi didalam meraup seluruh pembelajaran terhadap keuangan dimasa depan.
Jika, sebagai contoh, GDP Amerika mengumumkan data pada nilai 7.0% dari seperempat bulan sebelumnya yang hanya 5%, kemudian Dollar tidak perlu bergerak seperti apa yang anda perkirakan untuk bergerak. Bila prediksi pasar telah memperkirakan sebuah pertumbuhan 8%, kemudian dibaca 7% kemungkinan akan mendatangkan kekecewaan, yang demikian itu menyebabkan reaksi pasar yang sangat berbeda dari awal perkiraan yang telah anda perkirakan sampai pada saat anda tidak waspada terhadap prediksi sebenarnya.
Meskipun demikian, Ekspetasi dapat saja digantikan oleh sentimen pasar. Ini adalah suatu sikap umum sebuah pasar berhadapan dengan sebuah nilai pasar, yang bisa berdampak terhadap penilaian dari seluruh segi ekonomi ke arah suatu negara yang dipertanyakan, tekanan pasar secara menyeluruh, atau berbagai faktor luar lainnya. Menggunakan contoh diatas pada keadaan GDP Amerika; walaupun jika hasilnya sebesar 7.0 % meleset dari perkiraan dengan angka presentase yang penuh, pasar tetap tidak akan bereaksi. Suatu alasan yang memungkinkan adalah bahwa sentimen terhadap Dollar menjadi posistif dengan mengabaikan dari nilai aktual dan prakiraan yang telah tercantum. Ini mungkin saja dikarenakan pasar aset Amerika yang begitu kuat, atau keadaan fundamental yang lemah dari negara yang menjadi lawan mata uangnya. (Euro, yen atau sterling)
Suatu istilah yang biasanya untuk menggantikan “sentimen” adalah “psikologi”. Selama 2 bulan pertama di tahun 2000, Euro mengalami tekanan jual yang besar terhadap Dollar Amerika meskipun meningkatkan fundamental di Eurozone secara terus menerus. Itu dikarenakan karena psikologi pasar memutuskan untuk lebih tertarik terhadap Aset Dollar Amerika karena terdapat tanda-tanda pertumbuhan yang tidak menyebabkan inflasi secara terus menerus, dan sentimen terhadap peningkatan selanjutnya pada suku bunga US Dollar akan terus berjalan sebagai keuntungan US menghasilkan berbagai diferensial, tanpa melepaskan lajur ekspansi ekonominya.
Analisa Teknikal dan Fundamental
Ada dua dasar pendekatan untuk menganalisa pasar mata uang, analisa fundamental dan analisa teknikal. Analisa fundamental menganalisa secara terkonsentrasi pada penyebab dasar dari pergerakan harga, sementara analisa teknikal mempelajari pergerakan dari harga itu sendiri.
Sebuah analisa teknikal adalah sebuah penggunaan tindakan untuk berusaha memprediksikan pergerakan harga di masa mendatang, dengan berdasarkan pada analisa waktu yang telah lampau dan pembacaan atau mengerti akan penggambaran grafik tersebut. Walaupun selama timbulnya berbagai macam pemikiran pada berbagai bentuk dalam sebuah analisa teknikal, pada umumnya semua berdasarkan pada sejarah grafik dari mata uang tersebut. Selama salah satu menyadari berbagai perbedaan dari analisa fundamental dan teknikal, kedua-duanya pula dapat digunakan untuk menyambungkan satu dengan yang lainnya, bahkan kadangkala keduanya memiliki kesimpulan yang berbeda.
Suatu pembelajaran dari situasi secara spesifik, seperti peperangan, penemuan, dan perubahan dalam suatu badan pemerintahan, dimana dapat mempengaruhi permintaan dan penawaran, dan terkonsekuensikan pula pada harga di pasar. Analisa fundamental terdiri dari pemeriksaan atas indikator dari makroekonomi, pertimbangan aset pasar dan politik ketika mengevaluasi sebuah mata uang negara di waktu tertentu antara satu dengan yang lainnya. Indikator ekonomi makro termasuk diantaranya adalah nilai-nilai seperti nilai pertumbuhan, seperti yang disebutkan oleh Nilai Kotor Produk pendapatan Dalam Negeri, tingkat suku bunga, inflasi, pengangguran, pasokan uang, Cadangan devisa negara, dan produktifitas. Aset pasar terdiri dari saham-saham, obligasi dan perumahan. Pertimbangan politik berakibat pada tingkat kepercayaan pada sebuah pemerintahan suatu negara, keadaan situasi stabilitas keamanan dan tingkat kepastian. Kadangkala pemerintah berdiri pada saat pasar memaksa untuk memberi dampak serius pada keuangan mereka, maka dari pada itu, pemerintah mengadakan campur tangan langsung untuk menjaga keuangan negara meraka agar tidak terdeviasi terlalu jauh dari tingkat yang diinginkan. Intervensi keuangan diprakarsai oleh Bank Sentral dan biasanya terjadwal walaupun sempat berdampak pada pasar Forex untuk sementara. Sebuah Bank Sentral dapat mengambil tindakan pembelian/penjualan secara global untuk setiap mata uangnya kepada mata uang lainnya, atau mengikatkan diri pada intervensi secara bersama dimana berkolaborasi dengan bank sentral lainnya untuk setidaknya mempertegas efek intervensi tersebut. Secara alternatif, beberapa negara dapat mengatur mata uang mereka masing-masing, yaitu dengan cara memberikan petunjuk atau memberikan sebuah ancaman untuk mengintervensi.
Salah satu perdebatan paling dominan didalam analisa pasar keuangan adalah tentang hubungan validasi atas deretan bertingkat terbesar kedua analisa, yaitu Fundamental dan Teknikal. Didalam Forex, beberapa pembelajaran menyimpulkan bahwa analisa fundamental lebih efektif dalam hal memprediksikan arah pergerakan untuk jangka panjang ( lebih dari satu tahun), sementara itu analisa teknikal lebih kearah kepastian untuk jangka waktu yang pendek ( 0-90 hari). Menggabungkan kedua pendekatan tersebut adalah merupakan suatu langkah terbaik untuk penempatan pada periode 3 bulanan dan satu tahunan. Meskipun demikian, bukti empiris lebih lanjut membuka tabir bahwa analisa teknikal untuk jangka panjang menolong untuk mengidentifikasikan gelombang pergerakan untuk jangka panjang, dan pada saat itu faktor dari fundamental memicu pengembangan untuk jangka pendeknya.
Akan tetapi kebanyakan dari para trader lebih mematuhi analisa teknikal karena tidak memerlukan waktu berjam jam untuk mempelajarinya. Analisa teknikal dapat mengikuti banyak pergerakan mata uang dalam satu waktu. Analisa fundamental, bagaimanapun juga, berupaya untuk mengukuhkan diri pada jumlah data yang terlalu berlebihan di dalam suatu pasar. Analisa teknikal bekerja dengan baik karena pasar keuangan selalu berupaya membangun suatu arah pergerakan yang kuat. Ketika saat analisa teknikal telah digariskan, maka akan dapat dipergunakan secara mudah untuk berbagai batasan waktu didalam transaksi pasar uang.